Pada hari Ahad, dua minggu yang lalu, saya dan keluarga ikut sebagai peserta Jalan Santai. Jalan Santai adalah kegiatan yang diadakan oleh panitia HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan tempat saya tinggal. Peserta Jalan Santai terdiri dari tua dan muda mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, anak-anak, bahkan bayi pun ada yang ikut juga loh meskipun digendong oleh orang tuanya.
Jalan Santai dimulai pada pukul 07.30 pagi. Waaah… alangkah senangnya pagi itu karena saya bisa berpartisipasi dalam kegiatan Jalan Santai bersama dengan keluarga dan tetangga. Jarang-jarang loh saya bisa berkumpul dengan tetangga karena setiap hari kerja, saya berangkat pagi dan pulang malam. Salah satu alasan saya ingin ikut Jalan Santai ini adalah untuk lebih mengenal tetangga. Alasan saya yang lain adalah karena saya hobi jalan-jalan. Apalagi sambil menghirup udara di pagi hari itu yang sejuk dan segeer bangeett
Rute pertama kami adalah menuju sungai Cipakancilan. Untuk menuju sungai, jalan yang kami lalui sempit dan menurun. Jalanan hanya bisa dilalui oleh maksimal dua orang. Setelah sampai di pinggiran sungai, jalanan mulai mendatar. Saya pangling dengan suasana di sungai Cipakancilan karena berbeda dengan waktu saya masih SD. Dulu waktu saya masih SD sering melewati jalan ini setiap berangkat ke sekolah. Apa yang beda? Waktu saya masih SD, di pinggir sungai banyak sekali pohon bambu. Tapi sekarang pohon bambu sudah tidak kelihatan lagi yang terlihat hanya pohon pisang. Pohon pisang yang ditanam dipinggir sungai juga hanya sedikit. Sekarang justru banyak dibangun rumah-rumah penduduk. Rumah-rumah yang ada dipinggir sungai bahkan ada juga yang bagus. Sedih juga sih melihat alam yang sudah dirusak manusia
Setelah melewati sungai Cipakancilan, jalanan mulai mendaki. Fiuh…. Lumayan melelahkan juga loh mendaki! Walaupun lelah, kami tetap bersemangat! Bahkan keponakan saya yang masih berusia 3,5 tahun yang bernama Firda tetap bersemangat dan tidak mau digendong (hebat khan?)
Tidak terasa jalan yang kami tempuh hampir 3 kilometer loh! Lelah juga, rasanya kaki lemeees banget karena kami banyak melalui jalanan mendaki. Rasanya seperti naik gunung saja. Saya kasihan juga melihat orang tua yang membawa anak-anak balita. Karena kalau anaknya cape, pasti minta digendong orang tuanya. Kebayang khan gimana capenya menggendong anak sambil mendaki. Walau lelah, alhamdulillah saya bisa mencapai garis finish pada pukul 09.00 pagi. Setelah mencapai garis finish, saya menukar kupon yang diberi oleh panita dengan konsumsi. Ternyata ada juga doorprizenya loh ! Tapi sayangnya saya tidak dapat doorprize. Meskipun saya tidak dapat doorprize, saya tetap senang ikut kegiatan Jalan Santai ini

pertanyaan gw, kapan kawin ?
Gw tuh, jadi inget waktu kita yang jalan-jalan.
Kapan lagi ya jeng
# Mugi: hehehe kapan kawin yaaa? di do’akeun terus atuh ku Mugi biar cepet
Iya, dah lama yah qt gak jalan2 bareng. Gmn kalo liburan lebaran nanti? InsyaAllah gw ama temen2 kuliah mo jalan2 ke air terjun di Gunung Gede – Pangrango. Qt kontak2an lagi aja yah?