Tadi pagi didalam kereta ekonomi jurusan bogor-tanah abang ada kejadian yang membuat saya harus lebih berhati-hati dalam berbicara. Ceritanya begini, saat itu alhamdulillah saya dapat duduk di kereta. Kursi yang ada disebelah kanan saya masih belum ada yang menempati. Namun tiba-tiba, seorang wanita yang duduk diseberang saya menyuruh temannya untuk menyimpan tas ditempat duduk yang masih kosong disebelah kanan saya itu. Melihat kejadian itu, seorang bapak yang duduk disebelah kiri saya menggerutu “orangnya belum datang udah ditekin tempat duduk. dasar stupid !”.
Tak lama kemudian, ada seorang bapak yang langsung duduk ditempat duduk yang kosong itu sambil menyingkirkan tas yang disimpan oleh wanita tadi. Wanita yang merasa menyimpan tas tadi berkata kepada si Bapak “tempat duduk itu ada orangnya pak, lagi ke kamar mandi!”. Si Bapak menjawab sambil tidak beranjak dari tempat duduknya: “ah.. masa ada di kamar mandi? yang beneerrr?” Orangnya nggak ada kok ditekin tempat duduk? Mba orang islam nggak boleh bohong, malu dong! Diceramahin seperti itu, wanita tadi tidak menunjukkan rasa penyesalan sama sekali. Dan memang benar dugaan si Bapak bahwa wanita itu sengaja berbohong supaya temannya yang belum datang bisa dapat duduk.
Sesampainya di stasiun Cilebut, Bapak disebelah kanan saya memberikan tempat duduk ke seorang wanita yang berdiri di depannya. Ternyata sebetulnya Bapak itu baik juga.
Dari kejadian ini, saya jadi bisa mengambil hikmahnya bahwa kalau kita sabar dan tidak berbohong, kita akan disayang oleh sesama makhluk dan oleh Allah SWT tentunya.

yes, setuju Mba Eni
Trims ukie
Smoga kita slalu bisa menjaga lidah kita untuk tidak berbohong yach
BOHONG buat kebaikan boleh aja…
hati2 mba kalo di kereta.
masih suka nggelantung ga?
# Ian
lebih baik lagi kalau untuk kebaikan tidak dengan cara berbohong. betul ga?
# mugi
hai mugiiii pha kbr?
skrg mah dah sadar gak nggelantung lg hehe
eni.. kok, gak nulis lagi?
iya nich, blom sempet & blom ada ide hehe. eniwey, mksh yach dah perhatian sama blogku
maksud si perempuan itu sebetulnya baik, me-reserve kursi buat temannya, walaupun mungkin saja temannya tidak meminta dia melakukan itu. hanya saja, barangkali dia lupa bahwa di dalam KRL di mana kursi2nya tidak ada nomornya sehingga berlaku hukum: siapa datang lebih awal, dia yang berhak dapat kursi. wallahu alam.
semoga Allah mengampuni dosa berbohong si perempuan krn niat baik dia kepada temannya.
#amrie
komentar yang sangat bagus dan bisa dijadikan contoh, terutama untuk saya pribadi, untuk selalu mendoakan orang lain meskipun dia telah berbuat kesalahan.
Terima kasih amrie sudah saling mengingatkan